PENGANTAR KEAMANAN INFORMASI
Universitas Bina Darma
Dosen Pengajar
Taqrim Ibadi, M.Kom
(Buat isinya dibawah ini)
1)Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal
dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran
keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi
terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti
dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam
computer security,
komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya
bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5
tujuan, yaitu:
- Availability
- Confidentiality
- Data Integrity
- Control
- Audit
Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang
berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk
pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat
keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit
untuk membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang
untuk dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk
dipenuhi dan membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang
tidak praktis bagi kebanyakan program komputer. Keamanan komputer
memberikan strategi teknis untuk mengubah persyaratan negatif menjadi
aturan positif yang dapat ditegakkan.
Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer
antara lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer,
menerapkan mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi untuk
keamanan komputer, serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan
program komputer yang dapat diandalkan.
Tujuan Keamanan Jaringan Komputer
•Availability / etersediaan
•Reliability /Kehandalan
•Confidentiality/ Kerahasiaan
•Cara PengamananJaringanKomputer:
–Autentikasi
–Enkripsi
konsep CIA of security
CIA atau yang lebih sering disebut CIA Triad merupakan salah satu
aturan dasar dalam menentukan keamanan suatu jaringan atau informasi.
Parameter dalam CIA ini digunakan untuk menentukan apakah suatu jaringan
atau informasi dikatakan aman atau tidak. Akan tetapi hingga saat ini
masih terdapat beberapa perdebatan tentang aturan dasar ini, yakni
membandingkan CIA dengan Parkerian hexad (Confidentiality, Possession or
Control, Integrity, Authenticity, Availability and Utility).
Merupakan aspek dalam keamanan jaringan yang membatasi akses terhadap
informasi, dimana hanya orang-orang yang telah mendapatkan izin yang
bisa mengakses informasi tertentu. Hal ini untuk mencegah bocornya
informasi ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang kita
ketahui, pada masa sekarang ini, informasi merupakan hal yang sangat
berharga, contohnya nomor kartu kredit, informasi personal, account
bank, dll. Informasi-informasi seperti itu harus dijaga kerahasiaannya
agar tidak bisa digunakan dengan sembarangan oleh orang lain.
Salah satu komponen penting dalam menjaga confidentiality suatu
informasi adalah dengan enkripsi. Enkripsi bisa digunakan untuk menjamin
bahwa hanya orang yang tepat yang bisa membaca (mendekripsi) informasi
yang dikirimkan. Salah satu contoh enkripsi yang cukup sering digunakan
adalah SSL/TLS, suatu protokol security untuk berkomunikasi lewat
internet.
Integrity merujuk kepada tingkat kepercayaan terhadap suatu
informasi, kepecayaan dalam hal ini mencakup akurasi dan konsistensi
terhadap informasi yang ada. Oleh karena itu perlu adanya proteksi
terhadap suatu informasi dari modifikasi oleh pihak-pihak yang tidak
diizinkan. Mekanisme proteksi integrity dapat dibagi menjadi dua, yakni:
mekanisme priventif (kontrol akses untuk menghalangi terjadinya
modifikasi data oleh orang luar) dan mekanisme detektif, yang berguna
untuk mendeteksi modifikasi yang dilakukan orang luar saat mekanisme
priventif gagal melakukan fungsinya.
Konsep availability dari suatu informasi berarti bahwa informasi
tersebut selalu tersedia ketika dibutuhkan bagi orang-orang yang
memiliki izin terhadap informasi tersebut. Sehingga ketika dibutuhkan
oleh user, data/informasi dapat dengan cepat diakses dan digunakan.
Salah satu serangan terhadap availability suatu informasi yang paling
dikenal adalah
Distributed Denial of Service (DDoS). Tujuan utama
dari DDOS attack adalah untuk memenuhi resourse yang disediakan untuk
user, sehingga user tidak bisa mengakses informasi yang seharusnya bisa
didapatkan. Selain itu, faktor kelalaian manusia dapat juga
mengakibatkan berkurangnya availability dan secara tidak langsung
berdampak pada triad yang lain. Faktor lainnya adalah faktor bencana
alam, meskipun jarang terjadi akan tetapi dampak yang diakibatkan kadang
lumayan besar. Salah satu cara untuk menjamin availability suatu
informasi adalah dengan cara backup. Backup yang dilakukan secara
berkala dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Sedangkan untuk
data-data yang sifatnya sangat penting, perlu adanya suatu server
cadangan atau skema proteksi lainnya yang menjamin bahwa data-data
tersebut akan selalu tersedia meskipun terdapat beberapa gangguan.
https://howsecureismypassword.net/
webside ini untuk mengetahui kombinasi berapa tahan dan berapa lama semua jenis password tersebut
Komentar
Posting Komentar